Oleh Adam Sufi Ibrahim
Rangkuti
“zub...!”
bulu kuduk langsung meremang seketika anak berusia 8 tahun bernama Rudi bangun
dari tidurnya ditengah malam, ia melihat arloji di tangan kanan mungilnya itu
menunjukkan pukul 00:00 (jam 12 tengah malam).
Kemudian Rudi mencoba memandang disekelilingnya, tampak banyak
sekali papan bertulisan yang ditancapkan ketanah yang ditumbuhi pohon
beringin.Dikedinginan malam itu ia sangat lemas dan juga lapar.
Seketika
itu juga dia menjadi sangat takut dan kebingungan. Beberapa pertanyaan muncul
dibenaknya. “kenapa aku bisa berada disini...?”. namun meskipun telah berusaha
mencari informasi di otaknya, tetap saja ia belum bisa menjawabnya. Sepertinya
ia telah kehilangan ingatan.
Kemudian,
dengan sisa sisa tenaga yang lemah, rudipun berusaha untuk bangkit dari tempat
tergeletaknya yang ternyata adalah tanah yang ditancapkan papan bertulisan
juga!. Lalu Rudi mencoba membaca tulisan yang
terkandung dalam papan itu
WULAN BIN KARINA
LAHIR: FEBRUARI 1981
WAFAT:JUNI 2016
“Buk!!!...........” tubuh Rudi langsung terjatuh ketanah. Dari rasa
takut yang menakutkan/menyeramkan, kini telah berganti menjadi rasa sedih yang
amat menyayat hati,air matanya berlinang dan kini perlahan-lahan ingatan Rudi pulih
kembali. BERIKUT INI ADALAH ISI DARI
INGATAN RUDI:
“pada suatu hari tanggal 5 maret
2016. Rudi bangun pagi-pagi dan mempersiapkan diri
untuk berangkat ke sekolah .ia pergi mandi. Sementara itu. Ibu dari anak
tersebut mempersiapkan sarapan. Tujuannya agar anak itu sarapan terlebih dahulu
sebelum berangkat ke sekolah.
Ibu dari Rudi yang bernama “bu Wulan”
hendak memasak nasi goreng sebagai menu sarapan pagi. Disaat mulai menyalakan
api kompor. Api kompor tersebut tidak menyala. Ternyata gasnya telah habis.Oleh
karena itu. Ibu wulan pergi ke warung terdekat untuk membeli gas tabung
berwarna biru seberat 30 kilogram.
Setelah membeli gas. Ibu wulan
bergegas pulang kerumah buat memasak nasi goreng.untuk membawa gas tabung
berwarna biru seberat 30kg itu dari warung kerumah. Bu Wulan menggunakan troli.
Ditengah
perjalanan menuju kerumah. Tiba-tiba sebuah taxi ilegal yang melaju dengan
kecepatan tinggi
(120km/jam). Menabrak bu wulan dan
“Buuuuuuuummmmmmmmmmmmm………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Ledakan
dahsyatpun terjadi.
Kedua
orang yakni bu wulan dan supir taxi tewas. Usut demi usut. Ternyata taxi ilegal
tersebut sedang dalam pengejaran polisi”
taxi ilegal atau taxi gelap adalah mobil
yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi terlihat seperti taxi pada umumnya.
Biasanya ini digunakan untuk kejahatan sehingga untung yang diperoleh jauh
lebih besar. Mobil yang dibuat seperti taxi. Akan membuat penumpangnya mengira
itu taxi asli dan akhirnya menumpanginya. Saat diperjalanan segala benda
berharga milik si penumpang dirampas. Korbannya akan dilukai. Kemudian korban
diturunkan ditengah perjalanan . biasanya. Korban ditemukan dalam keadaan
terluka dan lemas.terkadang ada juga yang pingsan,sekarat, bahkan tanpa nyawa!
“Setelah
mendengar kabar bahwa ibunya Rudi yakni bu
wulan telah meninggal dunia akibat kecelakaan tadi. Maka sedih bukan main
hatinya. iapun bergegas menemui jasad ibunya. Ia benar-benar sangat kecewa atas
kematian ibu tercintanya. Ia ikut serta dalam pembacaan yasin dan tahlilnya,ia
doakanibu tercintanya itu semoga diterima disisi allah dan diampuni segala
dosa-dosa yang telah ibunya perbuat selama hidup didunia, hingga tibalah masa
pemakaman jasad ibunya itu. Setelah beberapa saat setelah proses penguburan
selesai. Semua orang yang datang menjenguk pulang kecuali dua orang, yakni Rudi dan seorang sahabatnya. “hai sahabatku. Marilah kita
pulang!” kata sahabatnya. “tidak ah! Aku tetap mau berada disini,aku mau
menemani ibuku” jawab Rudi. “aku tahu
kau sangat sedih tapi jangan seperti ini.setiap orang pasti akan mati!,marilah
kita pulang bersama!”.
“kamu
aja yang duluan pulang sana!, Aku akan menyusul nanti”.
“benar
nih?,yasudahlah kalau begitu aku pergi duluan ya”
Tinggallah
anak tersebut seorang diri,ia menangis begitu sedih dan tetap berlama-lama
dimakam ibunya, dan hingga akhirnya iapun tertidur pulas”
Demikian
itulah isi ingatan Rudi yang tlah
pulih kembali.
“Kini aku tidak punya siapa-siapa
lagi,Kini aku hidup sendirian” pikir Rudi tersebut
Sebenarnya, ayahnya Rudi telah meninggal
dunia 3 tahun yang lalu. Saat itu ayahnya sedang mengendarai sepeda motor.
Ayahnya menerobos lampu merah. Melihat hal itu. Seorang oknum polisi menembakkan
peluru pistolnya tepat ke kepala ayahnya. Dan seketika itu juga sang ayah
meninggal dunia. Kini oknum polisi yang menembakkan peluru pistolnya tanpa
alasan yang kuat terjerat hukuman pidana 15 tahun penjara.
“Ayah,Ibu aku sangat mencintaimu. Kan ku ingat selalu
nasihatmu”
Hari demi hari terus berlalu, sekarang
Rudi adalah seorang pedagang koran, pekerjaan ini ia lakukan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-harinya seperti kebutuhan makanan. Sayangnya. Semenjak kedua
orang tuanya meninggal,si Rudi putus Sekolah. Ini dikarenakan Rudi tidak cukup
uang untuk membayar sekolahnya. Lagipula. Waktu Rudi banyak yang terbuang untuk
bekerja. Rudi tinggal di rumah sepeninggalan orang tuanya, rumah ini tidak
begitu besar.
shubuh buta anak ini sudah pergi ke agen
koran langganannya, ia ambil koran-koran itu secukupnya.kemudian ia pergi
kepersimpangan jalan tempat lampu lalu lintas. Ketika lampu lalu lintas
menunjukkan warna merah. Maka. Rudi mulai menawarkan koran-koran dagangannya
kepada Orang-orang yang sedang berkendaraan. “Pak.. belilah koran saya.. baru
saja terbit” kata Rudi. “berapakah harga koran itu nak?” jawab seorang supir
mobil. “harganya murah saja.. cukup lima belas ribu rupiah per satu koran” kata
Rudi. “yasudah… saya beli satu yang ini ya?..”
“baik pak. Terimakasih”.
Demikianlah kegiatannya sehari-harinya.
Ia bekerja dari pagi-pagi buta hingga malam. Setelah koran dagangannya habis
terjual ia pulang kerumah untuk beristirahat. Dan esok harinya dia melakukan
hal yang sama berulang-ulang.
Hingga pada suatu hari.Rudi sedang duduk
beristirahat di sebuah bangku panjang yang terletak dipinggir jalan pada tengah
hari. Karena kebetulan hari ini Rudi sangat lelah sekali. Disampingnya.
duduklah seorang bergelar Profesor&Doktor yang sangat kaya sedang menaruh
Koper disampingnya, ia tampak sedang berkomunikasi dengan rekannya melalui HP
(Telepon genggam) miliknya. Tampak gerak geriknya sedang terburu-buru. Sebuah
taxi lewat didepannya, iapun bergegas menaiki mobil taxi tersebut dengan
terburu-buru sambil melangsungkan percakapannya di telepon bersama rekannya.
Namun. Saking terburu-buru. ProfesorDoktor tersebut meninggalkan koper
bawaannya di bangku tempat ia duduk tadi!. Melihat hal itu. Rudi pun berteriak
memanggil ProfesorDoktor tersebut. Namun mobil taxi tersebut telah pergi jauh.
“Apakah sebaiknya kusimpan sementara
dahulu sajakah koper ini?”. “Tapi sebelumnya aku akan melihat terlebih dahulu
isi dari koper ini” Gumam Rudi.
Rudipun membuka koper tersebut. Dan TERNYATA. Isi dari koper itu adalah
sejumlah uang yang bernilai miliaran
rupiah !!! . Melihat hal itu. Rudipun sangat terkejut. “akan kuapakan uang yang
berjumlah banyak sekali ini?, jika ku pakai. Tentu aku menjadi orang
kaya,kehidupanku menjadi layak dan segala sesuatu bisa kumiliki”. Pikir Rudi
“Nak..
janganlah kamu pernah sesekalipun mengambil hal milik orang lain jika kamu
tidak berhak,meskipun kamu sangat membutuhkannya”. Rudi Teingat salah satu pesan dari ibunya saat ia
masih hidup.
Akhirnya Rudi memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut kepada
pemiliknya. Keesokan hari. Rudi Duduk kembali ke bangku di pinggir jalan ,
tempat kejadian tersebut. Setelah sekian lama menunggu akhirnya sang
ProfesorDokter datang kembali ke tempat tersebut. Dan Rudipun mengembalikan
Koper tersebut kepada sang ProfesorDokter.
Setelah itu isi dari koper tersebut diperiksa oleh sangProfesorDokter
dan ternyata isinya masih utuh. “Hai nak. Siapakah namamu?” tanya
sangProfesorDokter tersebut kepada Rudi. “nama saya Rudi pak” jawab Rudi.
“hai Rudi. Sungguh mulia sekali hatimu,
engkau telah menyelamatkanku. Engkau tahu itu?. Untung saja uangku ini jatuh
kepada orang yang jujur. Aku sangat berterima kasih padamu”. Kata
sangProfesorDokter.
“sama-sama pak. Lagipula itu sudah
menjadi kewajiban saya.” Jawab Rudi pula.
“dimana rumahmu Rudi?. Kulihat
kehidupanmu kurang layak. Kulihat. Sehari hari engkau berjualan koran. Apakah
engkau tidak bersekolah?. Mengapa?”
Rudipun menjelaskan semuanya kepada
sangProfesorDokter tersebut.
Kemudian
Rudi diajak untuk makan bersama disebuah restoran mewah. Setelah itu sangProfesorDokter
berpesan kepada Rudi “Nak, kamu adalah anak yang baik. Teruslah menjadi orang
yang dapat dipercaya. Sebagai rasa terima kasihku kepadamu. Terimalah beasiswa
sekolah dan beberapa uang ini. Jadilah orang yang baik & benar serta
berguna bagi Orang lain”. Rudipun menangis bahagia. Akhirnya ia dapat melanjutkan
pendidikannya Kembali.
Belasan tahun pun berlalu. Sribu rintangan & jalan berliku Telah
dilalui Rudi. Kini Rudi telah menjadi seseorang yang sukses. Ia telah memiliki
istri dan anak. Kehidupannya lebih dari cukup. Ia juga merupakan orang
kepercayaan masyarakat. Ia terkenal menjadi orang yang amanah. Pada suatu hari.
Iapun teringat orang tuanya dahulu. Namun kini ia tidak sesedih seperti dahulu.
Ia sedikit merasa bahagia karena telah menjalankan salah satu pesan dari orang
tuanya yaitu menjadi orang yang berguna serta “dapat dipercaya”
TAMAT